Pameran Angkatan Bukan Pameran Romantisme

Bertempat di Jogja Nasional Museum (JNM) sebanyak 45 seniman angkatan 92 seni rupa ISI Yogyakarta pada tanggal 22-29 Mei 2010 mendatang akan bersama-sama pameran dengan mengusung tema “ Rehorny 92”.

Pameran “Rehorny 92” ini akan menampilkan karya-karya progresif terkini dari para alumni angkatan 1992 Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Sebagian alumni yang terlibat dalam pameran ini kini telah menjelma menjadi seniman yang sudah mempunyai kualitas mencipta yang mampu dipertaruhkan dalam ranah seni kontemporer saat ini.

Fenomena pameran seni rupa angkatan tertentu semasa menempuh kuliah kini seperti menjadi tren tersendiri di Yogyakarta. Setelah beberapa bulan lalu angkatan 91 seni rupa ISI Yogyakarta menggelar pameran bersama di Sangkring Art Space, kini angkatan 92 yang melakukan pameran bersama.

Para pengunjung pameran nantinya, dapat menikmati karya seni dari perupa perupa yang sudah mempunyai nama saat ini seperti S Teddy D, Kokok P Sancoko, Wilman Syahnur, Didik Nurhadi, Yon Indra, Eddy Prabandono, Laksmi Sitaresmi, Pande Ketut Taman dll.

Nama-nama populer tersebut tentu saja menjadi jaminan untuk menghilangkan citra negatif tentang pameran angkatan yang berkembang selama ini pada publik seni rupa Yogyakarta khususnya.

Seperti yang dikatakan Afnan Malay, penulis pameran “Rehorny 92” ini, bahwa selalu saja hadir wacana romantisme dari banyak orang bila menyaksikan pameran angkatan. Bahkan lebih sinis lagi, mereka memaknai pameran angkatan hanya dianggap sebagai sesuatu yang “nyaris tak berguna” , sebagai sesuatu yang “kurang kerjaan”.

Pameran angkatan sesungguhnya memang tidak harus dimaknai besar-besar.Paling penting adalah menjaga situasi untuk tetap bergairah. Maka apapun harus dilakukan agar tetap bergairah.

“Hidup sekarang ini nyaris sudah tidak ada lagi teka-teki. Ketika sudah tidak ada lagi teka-teki kita bisa menggugat orang orang lain,” kata Afnan Malay saat memberi keterangan pers di JNM, Kamis (20/5).

Afnan menandaskan banyak hal besar, kontroversial bisa jadi berawal dari sesuatu yang biasa dan rutin. “Jadi yang penting adalah kita jangan sampai lupa untuk selalu bergairah,” ujar Afnan.

Sementara itu, ketua panitia pameran “Rehorny 92” Wilman Syahnur melihat pameran angkatan seperti yang akan dilakukan para alumni angkatan 92 ini bisa dimaknai sebagai evaluasi dan introspeksi seberapa besar keberadaan angkatan 92 di jagad seni rupa kontemporer saat ini.

“Rehorny 92” juga dianggap Wilman Syahnur sebagai penanda puber kedua ini merupakan momen tepat bagi kami untuk menyatukan kembali gairah kebersamaan. “Setelah tangga pertama dalam kehidupan kami lalui, saatnya kita mulai menata perspektif atas langkah strategis berikutnya,” kata Wilman.

Manajer Program JNM Yoyok Suryo menilai pameran “Rehorny 92’ ini diharapkan melahirkan banyak tawaran pemikiran kritis tentang pemetaan peran dan capaian estetik masing-masing perupa. Di samping itu, publik juga bisa mendapatkan referensi tentang semangat komunal dalam jiwa jaman yang berbeda.

“Rentang waktu 1990 hingga 2000-an jelas merupakan petunjuk bahwa siapapun perupanya juga dihadapkan pada tantangan eksploratif menyangkut medium, gagasan atau apapun,” terang Yoyok.

Referensi semangat komunal jaman yang berbeda itu bisa didapatkan publik dengan tidak hanya menikmati karya-karya dua dimensi tapi juga tiga dimensi dan instalasi. Publik juga akan dipersilakan untuk menikmati arsip-arsip karya seni yang telah diciptakan angkatan 92 dalam bentuk memorabilia yang juga akan dipamerkan.

Belum selesai dengan hal tersebut, perupa angkatan 92 yang berpameran ini juga akan menghadirkan buku statistik karya seni rupa yang telah mereka ciptakan. Di sela agenda pameran juga akan dilakukan melukis bersama, performance art serta artist talk yang akan dilakukan pada Minggu, 23 Mei mulai pukul 08.00 WIB –selesai. (The Real Jogja/joe)

Tags: , ,

This entry was posted on Thursday, June 3rd, 2010 at 2:05 pm and is filed under Even Seni. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply